by Frans | 15 Apr, 2023 | Manajemen Utang
Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, angka kredit konsumtif umumnya melonjak hingga 20% menjelang dan selama bulan Ramadan. Tentu saja hal ini bukan sebuah kebetulan. Pinjaman yang diajukan selama bulan Ramadan memiliki perilaku yang berbeda dari pinjaman yang diberikan di luar bulan Ramadan, dengan tingkat tunggakan pembayaran (NPL) yang juga lebih tinggi.
Secara ekonomi, Indonesia adalah negara berkembang yang masuk dalam kelompok G-20. Sedangkan secara keagamaan, data dari Kementerian Agama tahun 2020 menunjukkan bahwa 87,2% dari total populasi Indonesia beragama Islam. Dan menurut survei dari Pew Research Center, 99% dari penduduk Muslim di Indonesia menjalankan perintah berpuasa di bulan Ramadan.
Secara teori, kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia selama Ramadan seharusnya turun. Istilah puasa tidak hanya dipahami dengan menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu untuk hidup secara sederhana. Tapi realita yang terjadi justru sebaliknya. Pengeluaran masyarakat justru bisa meningkat hingga 30%, baik itu untuk makanan maupun kebutuhan lainnya.
Selain itu, kredit yang diberikan selama bulan Ramadan juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk macet dibandingkan kredit yang diberikan di luar bulan Ramadan. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Penyebab Kredit Macet Selama & Pasca Ramadan
- Mudik
Mudik menjadi aktivitas yang hampir pasti dilakukan saat bulan Ramadan karena mayoritas umat Muslim merayakan momen Lebaran bersama orang tua, keluarga, dan kerabat di kampung halaman.
Mudik di bulan Ramadan mungkin juga terjadi di negara Muslim lainnya. Tetapi di Indonesia, aktivitas ini jauh lebih masif. Sebabnya, sejak era tahun 1970-an pemerintahan Orde Baru melakukan pembangunan di kota-kota besar khususnya Jakarta. Ini mengakibatkan banyak orang pindah ke kota untuk mencari pekerjaan dan hidup yang lebih baik. Hal inilah yang memicu mudik di bulan Ramadan.
Masalahnya, mudik bukan semata-mata untuk ajang kumpul keluarga di bulan Ramadan. Mudik juga sering menjadi ajang untuk pamer atas keberhasilan mereka di tanah perantauan. Tentu saja orang yang mudik dari perantauan termotivasi ingin menunjukkan kalau ia sudah berhasil secara ekonomi.
Alhasil, banyak orang yang sebenarnya belum berhasil secara ekonomi memaksakan diri untuk terlihat sudah berhasil. Salah satu caranya adalah dengan mengambil kredit. Menurut salah satu leasing kendaraan bermotor, banyak masyarakat yang mengajukan kredit motor atau mobil hanya untuk pemakaian pada saat mudik. Setelah itu, cicilan dibiarkan terbengkalai.
- Blunder dalam Keputusan Pemberian Kredit
Keputusan pemberian pinjaman pribadi, seperti kartu kredit atau pinjol, sebagian besar sudah dilakukan secara otomatis melalui sistem. Artinya, ketika Anda sudah di-approve untuk mendapatkan kartu kredit atau mengambil suatu pinjaman online dengan riwayat pembayaran yang baik, maka pemberian pinjaman berikutnya mayoritas sudah otomatis disetujui.
Tetapi bagi jenis kredit lainnya, hal ini masih dilakukan secara manual oleh pengambil keputusan. Di sinilah sering terjadi kekurangtelitian dalam menyetujui pengajuan pinjaman, baik itu karena faktor ulah peminjam (misalnya meminjam KTP orang lain atau memalsukan data), faktor hubungan pribadi, faktor orang dalam, dll.
Kecolongan blunder semacam ini memang sering terjadi dan sudah menjadi tren di masa-masa Ramadan. Banyak lembaga perbankan maupun non-perbankan yang mengakui bahwa pihaknya kadang-kadang luput dari aksi-aksi semacam ini.
Antisipasi Lonjakan Kredit Macet Selama & Pasca Ramadan
Pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kredit macet selama dan setelah Ramadan. Salah satunya adalah dengan menaikkan aturan uang muka atau down payment (DP) terhadap sepeda motor sebesar 20% dari harga jual.
Sedangkan untuk kendaraan roda empat non produktif, uang muka naik menjadi minimal 25% dari harga jual. Di sisi lain, kendaraan bermotor roda empat yang digunakan untuk tujuan produktif, minimal DP sebesar 20% dari harga jual.
Penutup
Kredit macet tidak hanya merugikan pihak pemberi pinjaman, tetapi juga peminjam. Riwayat kredit peminjam berisiko menjadi buruk, bahkan masuk blacklist. Selain itu, bagi peminjam yang menggunakan nama dan identitas orang lain, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pemberi pinjaman, dapat dikenakan tindak pidana karena melanggar ketentuan pada pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
Jika Anda sedang memiliki utang kartu kredit/KTA yang tertunggak dan mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban, Anda tidak perlu cemas atau takut tidak mampu melunasi utang tersebut. amalan dapat membantu Anda mendapatkan keringanan utang dari bank sehingga Anda bisa lebih mampu membayar.
Umumnya ada tiga jenis keringanan yang bisa didapatkan, yaitu 1) potongan atas kredit yang dimiliki, 2) potongan dengan cicilan yang diperpanjang, atau 3) gabungan keduanya.
amalan bekerja untuk Anda dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan kreditur. amalan mengembangkan solusi yang mempertimbangkan semua pinjaman, semua sumber penghasilan, dan semua aset agar Anda bisa lepas dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah.
Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki opsi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Bantuan dari amalan ini diharapkan dapat memberi awal baru bagi Anda dan keluarga sehingga bisa membangun masa depan finansial yang lebih baik.
by Frans | 12 Apr, 2023 | Tips Keuangan
Aksi penipuan online biasanya marak terjadi di bulan Ramadan. Para penipu memanfaatkan momen di bulan suci ini di mana banyak orang membutuhkan uang tambahan untuk berbagai keperluan Ramadan. Sayangnya, belum banyak masyarakat Indonesia yang mengenali modus-modus seperti berikut ini.
1. Penipuan Voucher Belanja Online
Penipuan voucher belanja online biasanya terjadi melalui WhatsApp. Penipu biasanya mengaku berasal dari bank, e-commerce, marketplace, dll. Mereka biasanya mengirimkan link voucher diskon Ramadan dan Anda diharapkan untuk mengklik link tersebut agar mendapatkan voucher-nya.
Ketika Anda mengklik link tersebut, Anda akan diarahkan ke halaman yang mengharuskan Anda mengisi beberapa data pribadi. Jadi, jika Anda menerima pesan WhatsApp yang berisi link dari nomor yang tidak dikenal, harap abaikan. Biasanya, lembaga perbankan atau non-perbankan yang cukup ternama mempunyai badge khusus dari WhatsApp.
Anda juga bisa menghubungi media sosial, email, dan nomor resmi yang tertera di website resmi untuk menanyakan kebenaran informasi yang Anda terima melalui WhatsApp.
2. Penipuan Pinjaman Online
Selain penipuan voucher belanja online, ada juga penipuan yang menawarkan pinjaman online. Biasanya, modus ini menggunakan media SMS atau WhatsApp. Meskipun modus ini tidak baru, tapi masih banyak orang yang menjadi korban.
Pesan yang dikirimkan kepada korban biasanya berisi penawaran pinjaman online, cepat disetujui, dan dengan nilai pinjaman yang tinggi. Banyak orang yang tertipu karena kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan THR.
Para penipu biasanya memberikan link palsu kepada korban dan meminta data-data pribadi, seperti rekening bank, KTP, nomor ATM, PIN, dan kode One-Time Password (OTP). Jadi, jangan pernah berikan data-data di atas.
3. Penipuan dengan Modus Hadiah
Modus lainnya adalah penipu mengatakan Anda memenangkan suatu hadiah melalui telepon atau media lainnya. Meskipun ini tergolong modus lama, tapi masih banyak orang yang terjebak dalam lubang yang sama.
Penipu biasanya mengaku berasal dari bank, e-commerce, marketplace, atau penyedia dompet digital untuk memberi tahu korban bahwa ia baru saja memenangkan hadiah yang akan ditransfer ke rekening bank/dompet digital korban.
Anda biasanya akan diminta untuk memberikan nomor telepon aktif yang terdaftar di dompet digital, nomor rekening bank, kartu identitas, nomor ATM, atau kode OTP. Maka dari itu, jangan pernah memberikan data pribadi Anda, termasuk kode OTP, kepada siapa pun.
4. Penipuan Pembaruan Data
Jenis penipuan yang keempat adalah penipuan dengan modus pembaruan data. Penipu biasanya akan mengirimkan email atau media lain yang berisi link palsu yang menyerupai website resmi kepada korban. Jika korban mengklik tautan tersebut, maka ia akan diminta untuk login dan memasukkan data pribadi, seperti nama pengguna, kata sandi, nomor kartu kredit/debit, PIN, dan lain-lain.
Penipuan ini akan berpura-pura melakukan pembaruan data untuk akun bank Anda atau akun online lainnya. Korban akan diminta untuk memperbarui data mereka, dan jika tidak maka rekening/ kartu kredit/ toko online/ dompet digital Anda akan segera diblokir. Ini adalah phishing atau upaya untuk mencuri data pribadi agar penipu dapat mengakses dompet digital, rekening bank, mobile banking, atau kartu kredit korban.
Untuk menghindari penipuan semacam ini, Anda harus selalu ingat dan berpegang teguh pada prinsip untuk tidak mengklik link apapun yang Anda terima, atau memberikan data pribadi kepada siapapun.
Kesimpulan
Itulah beberapa modus penipuan online yang sering terjadi selama bulan Ramadan. Terlepas dari tawaran menggiurkan yang diberikan oleh penipu, harap selalu waspada dan jangan pernah memberikan data pribadi Anda kepada siapapun.
by Frans | 24 Mar, 2023 | Tips Keuangan
Tidak terasa kita sudah memasuki bulan suci Ramadan. Tahun ini adalah pertama kalinya kita bisa ikut dalam berbagai kegiatan Ramadan tanpa pembatasan ataupun protokol kesehatan COVID-19. Di satu sisi, ini adalah hal yang sangat positif. Tapi di sisi lain, hal ini juga dapat menyebabkan kita mengeluarkan dana lebih banyak dari Ramadan di tahun sebelumnya. Berikut adalah tips keuangan di bulan Ramadan agar Anda terhindar dari utang.
1. Rencanakan pengeluaran Anda
Meskipun bulan puasa adalah bulan di mana kita menahan lapar dan haus, tapi menurut sebuah studi, 83% keluarga di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim mengonsumsi makanan lebih banyak. Biaya yang dikeluarkan hanya untuk makan naik 50-100%. Hal ini belum ditambah lagi dengan tradisi orang Indonesia yang berbelanja pakaian dan barang-barang rumah tangga di bulan Ramadan. Maka dari itu, perencanaan keuangan menjadi sangat penting dan akan sangat membantu kita menghindari pengeluaran yang berlebihan.
Tips nomor 1 untuk keuangan di bulan Ramadan adalah membuat daftar pembayaran yang wajib Anda lakukan di bulan Ramadan. Beberapa contohnya adalah zakat fitrah, zakat mal, pelunasan utang, dan sedekah.
Jangan buat daftar belanja sebelum membuat daftar kewajiban pembayaran ini. Setelah itu, simpan uang tersebut di rekening berbeda dari yang biasanya Anda pakai untuk menarik ATM atau berbelanja. Dan ketika sudah tiba harinya untuk membayar kewajiban tersebut, segera lunasi dulu kewajiban Anda. Jangan biasakan mengambil sepeser pun uang dari kebutuhan pembayaran kewajiban ini, apalagi untuk keperluan belanja.
Setelah membuat daftar kewajiban pembayaran, hitung berapa banyak yang dapat Anda sisihkan untuk dibelanjakan. Di sini, Anda juga harus membuat daftar belanja agar tidak sedikit-sedikit kalap ketika melihat diskon atau barang menarik.
Buatlah daftar belanjaan yang memang Anda butuhkan untuk bulan Ramadan. Saat membuat daftar ini, Anda mungkin tergoda untuk mengubah nominal pengeluaran di daftar kewajiban pembayaran agar Anda punya dana lebih banyak untuk dibelanjakan.
Tapi jangan lakukan hal itu! Lebih baik, tinjau kembali daftar belanja Anda untuk melihat apakah ada pengeluaran yang bisa dikurangi. Jika merasa semuanya dibutuhkan dan ternyata overbudget, maka carilah cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan selama bulan Ramadan. Jangan sekalipun mengutak-atik nominal yang sudah Anda rencanakan untuk pembayaran kewajiban.
Selain itu, catatlah pengeluaran Anda setiap minggu untuk memastikan Anda tetap berada di jalur yang sesuai dengan anggaran.
2. Jangan bersaing untuk gengsi
Setelah Anda memiliki anggaran, apa yang perlu Anda ingat saat berbelanja? Jangan bersaing dengan orang lain hanya untuk gengsi. Media sosial dan tekanan dari teman-teman, kerabat, dan keluarga dapat membuat Anda merasa harus mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya demi menjaga gengsi.
Jika ada kerabat yang berpose dengan baju lebaran, atau teman-teman Anda membeli gadget terbaru, maka jangan merasa tertekan untuk mengikuti mereka. Buka lagi daftar belanjaan Anda dan lihat apakah barang-barang yang mereka pamerkan ada di daftar tersebut.
Jika tidak ada, maka jangan paksakan diri. Tapi jika ada, carilah diskon terbaik untuk barang-barang tersebut agar pengeluaran Anda tetap sesuai jalur, atau justru lebih hemat. Industri retail, UMKM, dan online shop biasanya menawarkan promo besar selama bulan Ramadan.
3. Jangan mengambil utang baru
Tips berikutnya untuk keuangan di bulan Ramadan adalah tidak mengambil utang baru. Demi belanja Ramadan, sebagian dari kita mungkin akan mencari cara yang paling mudah untuk menambah pengeluaran. Cara tersebut adalah mengambil utang. Anda bisa mendapatkan dana segar tanpa perlu capek-capek bekerja sampingan. Apalagi jika Anda mempunyai kartu kredit, Anda mungkin tergoda untuk menghabiskan limitnya.
Atau jika Anda punya rawatan aplikasi pinjol, Anda mungkin juga terbersit untuk mengambil pinjaman secara penuh.
Tapi ingat, konsekuensi dari utang adalah Anda harus membayar lebih banyak dari yang Anda pinjam. Hati-hati untuk tidak mudah tergoda dengan iming-iming bunga rendah, karena biasanya di balik itu ada biaya-biaya tersembunyi yang cukup besar jika dijumlahkan semuanya. Jadi, lebih baik Anda menghindari potensi masalah akibat utang dalam jangka panjang. Terutama lagi jika Anda masih punya utang berjalan atau tertunggak.
4. Hindari godaan pay later
Dewasa ini, ada banyak sekali skema pay later dari berbagai aplikasi belanja dan keuangan. Dengan skema BNPL (Buy Now Pay Later), Anda bisa memiliki barang impian tanpa harus membayar saat itu juga.
Tetapi pada dasarnya, skema ini sama dengan utang. Pay later juga mewajibkan Anda untuk membayar biaya khusus (biasanya aplikasi-aplikasi tersebut menghindari kata “bunga” agar tidak terkesan sama dengan pinjol), sehingga Anda membayar lebih banyak daripada yang Anda belanjakan.
Jika Anda mempunyai berbagai aplikasi belanja dan keuangan yang mempunyai fitur pay later, lebih baik matikan notifikasinya untuk menghindari godaan. Ingat, di bulan puasa ini kita tidak hanya menahan rasa lapar dan haus, tapi juga menahan godaan-godaan untuk membelanjakan uang lebih banyak dari yang seharusnya. Lebih baik Anda belanja secara tunai apabila barang tersebut memang ada dalam daftar belanja Anda.
Setelah lebih dari dua tahun terbatas dengan protokol kesehatan dan rasa cemas, banyak dari kita ingin merayakan Ramadan dengan cara yang lebih meriah. Tapi, ingatlah untuk selalu melacak pengeluaran Anda agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Perayaan yang sederhana tidak akan mengurangi kegembiraan Anda dalam menghabiskan waktu bersama teman, kerabat, dan keluarga tercinta.
by Frans | 20 Mar, 2023 | Manajemen Utang
Jika kita bertanya dalam hati, pada dasarnya tidak ada satu pun dari kita yang bercita-cita untuk terjerat utang. Dalam beberapa kondisi tertentu, kita memang tidak bisa bebas dan lepas dari utang. Misalnya saja membeli rumah, membayar biaya pendidikan, atau membuka bisnis.
Sebagian dari kita mungkin tidak punya uang yang cukup jika harus mengadakan semua itu secara “cash keras”. Belum lagi jika kita dihadapkan pada situasi darurat, seperti anggota keluarga sakit atau terkena PHK.
Masalahnya, utang itu mempunyai sifat seperti zat adiktif. Sekali saja Anda mengambil utang, meskipun untuk kondisi-kondisi di atas, hal itu akan menimbulkan keinginan Anda untuk mengambil utang lagi. Untuk utang yang baru ini, biasanya tujuannya sudah menjadi konsumtif. Misalnya berutang untuk beli gadget baru, kendaraan bermotor, fashion, perhiasan, jalan-jalan, kuliner, dll.
Apabila Anda membiarkan hal ini terus terjadi, maka Anda akan “kecanduan utang”. Anda akan menganggap utang sebagai sesuatu yang normal. Untuk mereka yang kecanduannya sudah akut, biasanya akan menganggap utang sebagai sesuatu yang tidak perlu dibayar, marah atau kabur ketika ditagih, sering merasa waswas dan panik, merasa utang lebih baik dibawa mati dan/atau diwariskan kepada anak.
Apabila kecanduan utangnya sudah sampai di level akut seperti ini, rasanya hampir mustahil untuk melepaskan diri dari utang. Padahal, hidup tanpa utang itu menyenangkan. Selain kondisi finansial lebih stabil, bebas dari utang juga bisa membuat hidup kita tenang dan bahagia.
Apa saja yang bisa didapatkan oleh orang yang hidup tanpa utang? Di bawah ini adalah alasan kenapa hidup tanpa utang akan menjadi hal yang menyenangkan.
1. Kondisi Mental Terjaga
Utang ternyata bisa memengaruhi kondisi mental seseorang. Dengan adanya utang, maka hidup Anda akan sering terusik karena bayang-bayang kredit macet dan debt collector. Apalagi jika Anda sudah menunggak pembayaran selama berbulan-bulan.
Hal ini sering menjadi beban pikiran, membuat tidur tidak nyenyak, dan mengurangi kebahagiaan secara menyeluruh. Akan tetapi, ketika Anda hidup tanpa utang, maka Anda tidak perlu merasakan semua gangguan tersebut. Hidup menjadi lebih bebas ketika Anda tidak punya kewajiban yang harus dibayarkan dalam waktu dekat.
Jika kondisi mental terjaga, maka porsi kebahagiaan pun secara tidak langsung akan meningkat secara otomatis. Maka, dengan mental yang baik, tubuh Anda pun akan ikut menjadi lebih sehat dan siap menjalani hidup dengan maksimal.
2. Meringankan Pengeluaran Setiap Bulan
Dengan tidak adanya utang, maka Anda tidak perlu menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar utang. Semua penghasilan yang diterima bisa Anda nikmati secara menyeluruh, baik untuk kebutuhan sehari-hari, ditabung, atau investasi.
Hal-hal yang dulu pernah tertunda ketika masih memiliki utang, kini bisa Anda capai, termasuk juga mimpi dan cita-cita Anda. Hidup bebas utang juga memungkinkan Anda untuk berhemat demi mempertahankan kesehatan finansial. Anda bisa melakukan secara konsisten agar kondisi ini bertahan dalam waktu lama.
3. Bebas dari Bunga
Ketika memiliki utang, nominal yang dibayarkan sampai utang lunas menjadi lebih besar dari pokok utang yang Anda terima. Hal ini disebabkan adanya bunga. Biasanya besaran bunga itu sesuai dengan kebijakan bank. Meski sekilas nominal yang dibayar setiap bulan kecil, namun jika diakumulasikan hingga tenor pembayaran selesai, maka jumlahnya bisa sangat besar.
Jadi, jika saat ini Anda masih punya utang, Anda bisa mencoba berkonsultasi secara gratis terlebih dulu dengan konsultan profesional dan terlatih dari amalan. amalan adalah satu-satunya perusahaan manajemen utang di Indonesia yang tercatat di OJK.
Keahlian kami dalam membantu klien meringankan utang tidak perlu diragukan lagi. Sejak 2016, amalan sudah berhasil menyelesaikan lebih dari 6000 kasus penunggakan utang senilai lebih dari Rp60 milyar. Normalnya, klien amalan mendapatkan keringanan pelunasan sebesar 51%.
Bersama amalan, kondisi finansial Anda berpotensi menjadi lebih baik karena keringanan pelunasan yang Anda terima.
4. Nama Baik Terjaga di OJK
Semua riwayat kredit Anda terekam dengan baik di OJK. Jika dulu Anda pernah mengalami kredit macet, maka nama Anda menjadi kurang baik di data SLIK OJK. Bahkan tidak menutup kemungkinan nama Anda akan di-blacklist. Dengan demikian, Anda akan mengalami kesulitan mendapatkan pinjaman baru; atau Anda bisa saja mendapatkan pinjaman baru namun bunganya jauh lebih tinggi dari mereka yang tidak punya riwayat kredit.
5. Tidak Menjadi Beban Bagi Orang Lain
Terjerat utang bukan hanya menambah beban hidup bagi diri sendiri, namun juga bisa menjadi beban orang lain. Misalnya, ketika Anda memiliki utang dan tidak sanggup membayarnya, maka keluarga dan orang terdekat ikut cemas memikirkan masalah tersebut. Padahal seharusnya utang ini menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya. Dengan hidup bebas dari jerat utang, maka kondisi tersebut tidak akan terjadi.
6. Masa Depan Keuangan Lebih Baik
Apabila Anda selama ini menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar utang, maka dengan hidup bebas utang, Anda bisa meneruskan kebiasaan tersebut untuk target alokasi yang berbeda. Misalnya saja menabung, investasi, asuransi, atau dana darurat. Dengan pengalokasian instrumen yang tepat, maka masa depan keuangan Anda akan senantiasa berkembang dan menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.
Penutup
Jika Anda sedang memiliki utang kartu kredit/KTA yang tertunggak dan mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban, Anda tidak perlu cemas atau takut tidak mampu melunasi utang tersebut. amalan dapat membantu Anda mendapatkan keringanan utang dari bank sehingga Anda bisa lebih mampu membayar.
Umumnya ada tiga jenis keringanan yang bisa didapatkan, yaitu 1) potongan atas kredit yang dimiliki, 2) potongan dengan cicilan yang diperpanjang, atau 3) gabungan keduanya.
amalan bekerja untuk Anda dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan kreditur. amalan mengembangkan solusi yang mempertimbangkan semua pinjaman, semua sumber penghasilan, dan semua aset agar Anda bisa lepas dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah.
Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki opsi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Bantuan dari amalan ini diharapkan dapat memberi awal baru bagi Anda dan keluarga sehingga bisa membangun masa depan finansial yang lebih baik.
by Frans | 20 Feb, 2023 | Kartu Kredit
Jika Anda punya kartu kredit, tahun 2023 ini akan menjadi tahun yang cukup mengkhawatirkan karena pembayaran minimum Anda akan naik 2 kali lipat dalam beberapa minggu kedepan. Ini terjadi karena OJK dan BI telah mengumumkan berakhirnya relaksasi kredit yang diterapkan selama pandemi.
Berdasarkan laman publikasi BI, di bulan Juni 2023 ini pembayaran minimum kartu kredit kembali menjadi 10%, setelah sebelumnya dipotong hanya menjadi 5% selama lebih dari 2 tahun. Di amalan, setiap hari kami berbicara dengan ratusan orang yang akan begitu terpengaruh oleh perubahan ini dan khawatir tidak dapat membayar pembayaran minimum bulanan sebesar 10%.
Karena kebijakan relaksasi kredit dari OJK dan pendapatan yang lebih rendah selama pandemi, banyak pemegang kartu kredit meningkatkan saldo pinjaman mereka – tetapi masih mampu membayar pembayaran minimum 5%. Relaksasi selama 2 tahun ini telah membuat mereka terbiasa dengan beban hanya 5% setiap bulannya. Namun, dengan kembalinya pembayaran minimum menjadi 10%, banyak pemegang kartu kredit yang khawatir bahwa mereka tidak mampu membayar dua kali lipat setiap bulan.
Anda berisiko menunggak pembayaran, peningkatan aktivitas penagihan oleh debt collector, dan skor kredit buruk serta kesulitan finansial lebih lanjut. Jutaan orang akan kembali mengalami hari-hari yang penuh dengan kecemasan dan tidur yang tidak tenang.
Sejarah Singkat Relaksasi Kredit OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah mengumumkan kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit untuk membantu debitur yang berpotensi terdampak pelemahan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memberikan keringanan bagi debitur dengan memungkinkan mereka menunda pembayaran pinjaman dan menurunkan suku bunga pinjaman yang ada.
Hal ini juga memberikan insentif bagi bank dan lembaga keuangan lainnya untuk memberikan pinjaman baru, menurunkan suku bunga pinjaman mereka, dan memperpanjang periode pembayaran pinjaman. Relaksasi restrukturisasi kredit ini berlaku untuk debitur yang terkena dampak COVID-19, termasuk debitur usaha mikro, kecil, dan menengah yang berlaku hingga 31 Maret 2023.
Bagaimana Mempersiapkan Kenaikan 2X Lipat Pembayaran Minimum?
Dengan waktu yang tersisa sekitar 2 bulan, penting bagi Anda untuk mulai merencanakan pembayaran kembali pinjaman kartu kredit Anda mulai dari sekarang. Di bawah ini, kami memberikan beberapa opsi terbaik untuk situasi keuangan Anda dan mengarahkan Anda ke jalan yang benar tanpa mengkhawatirkan pembayaran kartu kredit Anda.
1. Pembiayaan Kembali (Refinancing) dengan KTA atau Pinjaman dengan Agunan
Membiayai kembali utang kartu kredit Anda dengan pinjaman pribadi, baik dengan agunan maupun KTA, dapat menjadi cara cerdas untuk menghemat uang Anda untuk membayar bunga dan mengurangi pembayaran bulanan.
Pinjaman dengan jaminan membutuhkan agunan, seperti mobil atau rumah, sedangkan pinjaman tanpa jaminan tidak membutuhkan agunan apa pun. Dengan adanya agunan, pemberi pinjaman akan menawarkan cicilan yang lebih rendah dan Anda akan menghemat lebih banyak uang untuk bunga. Mitra kami, Cekaja.com, dapat membantu Anda mencari opsi terbaik yang cocok dengan kondisi keuangan Anda.
2. Kurangi Pengeluaran dan/atau Tingkatkan Pendapatan
Jika Anda tidak mendapatkan pinjaman, pilihan lainnya adalah dengan mengurangi pengeluaran, meningkatkan pendapatan, atau gabungan dari keduanya. Dengan mengurangi pengeluaran yang kurang penting, seperti makan di luar, TV kabel, layanan streaming, atau subscriptions lainnya, Anda akan mempunyai uang ekstra yang dapat digunakan untuk membayar pinjaman kartu kredit.
Selain itu, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengambil pekerjaan paruh waktu atau pekerja lepas untuk menambah penghasilan. Walaupun sepertinya sederhana, namun tips ini dapat membuat perbedaan besar dalam kemampuan Anda melunasi pinjaman.
Salah satu opsi terbaik untuk mendapatkan penghasilan tambahan adalah MitraCekaja. Di situ Anda mendapatkan bayaran untuk membantu teman dan keluarga Anda menemukan produk keuangan terbaik bagi mereka.
3. Program Keringanan Utang
Jika 2 opsi di atas masih belum sesuai dengan situasi keuangan Anda, maka Anda dapat mempertimbangkan program keringanan utang. Dalam program keringanan utang, kreditur Anda setuju untuk mengurangi pembayaran bulanan Anda dan/atau memberi Anda diskon pada saldo kredit Anda.
Program ini sangat membantu jika Anda memiliki tagihan kartu kredit yang besar, dan kesulitan untuk melakukan pembayaran minimum setiap bulannya. amalan menawarkan konsultasi gratis dengan para konsultan berpengalaman untuk membantu Anda menemukan jalan keluar dari jerat utang.
Kesimpulan
Kembalinya persyaratan pembayaran minimum ke 10% membuat kekhawatiran banyak pemegang kartu kredit. Namun, dengan mempersiapkan diri dari sekarang dan mengeksplorasi berbagai pilihan seperti refinancing, mengurangi pengeluaran, atau program keringanan utang, Anda dapat mengelola utang kartu kredit Anda secara lebih efektif, melindungi skor kredit, dan menghindari potensi kesulitan keuangan.
Pertimbangkan pilihan Anda dengan hati-hati. Anda juga dapat meminta saran dari konsultan profesional amalan. Konsultasi ini tersedia di setiap hari dan jam kerja, gratis, dan tidak ada kewajiban untuk bergabung dengan amalan setelah konsultasi.
Semoga Anda dapat tetap mengontrol pembayaran tagihan kartu kredit Anda serta membuat perencanaan keuangan yang tepat dan terbaik untuk masa depan finansial Anda.